SELAMAT DATANG PARA PENUNTUT ILMU DI MTs MA'ARIF NU SRUMBUNG

MTs MA'ARIF GELAR SHOLAT GHAIB atas Wafatnya K.H. Hasyim Muzadi



SRUMBUNG  – Ratusan Siswa MTs Ma’arif NU Srumbung, yang terletak di Desa Tegalrandu, Srumbung, Magelang menggelar Sholat Ghoib untuk Almarhum K.H. Hasyim Muzadi, Kamis (16/3/2017).

Sholat Ghaib digelar di Masjid Al-Hidayah yang berada tidak jauh dari Sekolah tersebut. Usai Sholat Ghaib, Siswa dan Bapak/ Ibu Guru memanjatkan do’a Tahlil. Sholat ghaib untuk Almarhum Kyai Hasyim Muzadi sengaja digelar sebagai sebagai salah satu kegiatan keagamaan terutama untuk praktik langsung pembelajaran Fiqih, jadi siswa tidak hanya disuguhkan teori saja namun juga mengaplikasikan secara langsung ilmu yang didapat. 

Untuk kegiatan sholat jenazah dan Sholat Ghaib sendiri dari Madrasah tidak ada persiapan khusus karena kegiatan semacam ini sudah sering dilakukan di Madrasah ini, ungkap Zen Hilali selaku Waka. Bidang Kesiswaan.  

K.H. Hasyim Muzadi wafat di rumah kediamannya yakni komplek Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur. Almarhum sendiri merupakan salah satu ulama NU dan juga merupakan mantan ketua PBNU.


Sementara itu pihak Madrasah sendiri terkejut mendengar berita wafatnya K.H. Hasyim Muzadi. Sebelumnya Kepala Madrasah Mabar, S.Ag tidak percaya karena sering muncul berita hoax namun setelah di lihat ternyata kabar tersebut benar.

PELATIHAN PENGURUSAN JENAZAH



SRUMBUNG. Pengurus OSIS, IPNU/IPPNU MTs Ma’arif NU Srumbung mengadakan Pelatihan Mengurus Jenazah (Dauroh Janaaiz) pada Tanggal 22 Februari 2015. Dalam acara pelatihan ini, salah seorang trainer-nya, Bapak Muh Sholeh memaparkan teori penyelenggaraan jenazah mulai dari menghadapi orang yang sakit keras, memandikan jenazah, mengkafani, menyalatkan serta  bagaimana tata cara menguburkan jenazah ke liang lahat.


Acara yang diadakan di MTs Ma’arif NU Srumbung ini, diikuti oleh 174 peserta yang merupakan siswa-siswi mulai kelas 7 s/d 9.


Menurut Zen Hilali, S.Pd.I; Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah, sebagai bentuk kepedulian Madrasah terhadap sulitnya mencari orang-orang yang siap dalam hal pengurusan jenazah di suatu daerah tertentu.“Diharapkan dengan diselenggarakannya acara siswa dapat terus berlatih mengembangkan pemahamannya dan ketika nanti dibutuhkan masyarakat mereka telah mampu melaksanakan penyelenggaraan jenazah, ini penting mengingat saat ini siswa dan anak muda yang mau belajar hal semacam ini sudah sangat jarang.”Ujar pria, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan pada lembaga tersebut.


Menurut MABAR, S. Ag selaku kepala Madrasah menyatakan; pelatihan ini akan terus dilanjutkan dan di-follow up agar peserta yang sudah mengikuti pelatihan tadi, tidak hanya berhenti sampai saat ini, tapi juga dapat meneruskan pemahamannya pada waktu-waktu berikutnya. Karena rencananya nanti di Tahun pelajaran yang akan datang (2016/2017/red) kegiatan pelatihan pengurusan jenazah akan dimasukkan dalam program Ekstrakurikuler. red

Ratusan Siswa MTs Ma’arif NU Srumbung lakukan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Layaknya Sistem Pemilu


Surat Suara Pemilu OSIS

Beberapa siswi sedang membaca Visi dan Misi paslon
SRUMBUNG, MTs MASTER — Sebanyak 183 pelajar MTs Ma’arif NU Srumbung, mengikuti pemilihan ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS layaknya sistem pemilu. Pemilihan ini berlangsung di halaman sekolah, Kamis (15/9) pagi. Tujuannya, memberikan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilihan suara yang biasanya dilakukan saat pemilu.
Sosialisasi tata cara pemilihan
Para siswa menyimak arahan dari pembina OSIS tentang tata cara pemilihan yang sesuai dengan aturan pemilu. Mereka dibagi menjadi petugas di tempat pemilihan suara (TPS), pemilih, panitia pengawas, saksi, pengamanan, dan lain-lain.
Acara dimulai tepat pukul 09.00. Semua petugas sudah ada di TPS melakukan persiapan. Kemudian, petugas TPS memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara, dan aturan teknisnya lainnya.
Adapun saat datang ke TPS, pelajar wajib berbaris di depan panitia, kemudian menunggu dipanggil oleh petugas. Mereka mendapat surat suara dan langsung masuk ke bilik suara untuk memberikan suaranya dengan cara mencontreng.
Satu per satu pelajar memasuki TPS. Setiap pelajar diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Kartu tersebut berisi gambar lima pasangan calon pemimpin OSIS madrasah tersebut.
Setelah itu, pelajar memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas TPS. Selanjutnya, mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara.
Rapat Terbuka Penyampian Visi dan Misi oleh Pasangan Calon
Pemilihan berjalan lancar meski saat awal sedikit ada rasa canggung. Namun, setelah berjalan lebih dari 10 menit semua berjalan lancar. Mereka tampak mulai memahami tahapannya.
Pembina OSIS MTs Ma’arif NU Srumbung Zen Hilali mengatakan, siswa yang dipilih menjadi calon pemimpin OSIS harus menunjukkan kreativitasnya untuk menarik perhatian teman-teman agar memilihnya.
"Pemilihan seperti ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dari debat, orasi visi misi, hingga memilih di bilik suara, untuk pelaksanaannya sendiri kami sengaja memilih tanggal, 15 September karena bertepatan dengan hari demkrasi internasional.” ungkapnya.





Pemahaman pemilu memang sengaja ditanamkan sejak usia SMP/MTs supaya siswa mengetahui prinsip memilih wakil rakyat tanpa ada paksaan. Selain itu, pemimpin yang mereka pilih sesuai dengan harapan mereka.
Upacara Pembukaan Proses Pemungutan Suara

Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh para petugas TPS disaksikan pelajar yang bertugas menjadi saksi. Ada yang berperan sebagai pembuka surat suara sembari melihat kondisi surat suara apakah sah atau tidak.
Kondisi TPS sesaat setelah pemungutan suara dimulai
Selain itu, ada juga yang berperan sebagai pencatat hasil suara. Seorang siswa kelas IX A yang bertugas sebagai petugas TPS, Ika Fajriani (15), mengaku senang mengikuti pemilihan ketua OSIS itu. Menurut dia, pemilihan seperti ini memiliki manfaat saat dia mempunyai hak pilih nanti.
"Dengan acara ini, saya bisa mengerti dan bisa memilih dengan benar saat sudah bisa milih pemimpin" kata Ika.
Salah seorang siswi selesai menggunakan hak pilihnya
Adapun setelah proses penghitungan suara selesai dilakukan, terdapat 183 siswa telah menggunakan hak pilihnya, jumlah surat suara sah sebanyak; 173 buah sedangkan jumlah surat suara TIDAK SAH sebanyak; 10 buah. Sedangkan beberapa siswa yang tidak menggunakan hak pilihnya menurut keterangan salah seorang petugas TPS Nurussa’idah (15) mereka rata-rata izin karena sedang sakit.
Rekapitulasi hasil penghitungan suara
Narsis usai penghitungan suara selesai
Ketua Panitia emang hobi narsong
Adapun hasil dari proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tersebut pasangan Nomor urut 4 yaitu, NAELA AULIA dan NGAFIFUDIN berhasil mengungguli pasangan calon lainnya dengan memperoleh suara 68 disusul pasangan nomor urut 2 dan 3 yang masing-
Stay Cool dan katakan SUKSESSSS....
masing memperoleh suara 35 dan 34 sementara pasangan calon nomor urut 1 dan 5 masing-masing hanya memperoleh 20 dan 16 suara. Meski demikian pelaksanaan pemilihan umum ketua dan wakil ketua OSIS tahun ini dinilai lancar dan sukses, baik sukses persiapan, sukses pelaksanaan, dan sukses hasil.

Menurut keterangan Zen Hilali selaku pembina OSIS, rencananya pelantikan pengurus terpilih akan dilaksanakan sesuai jadwal dan tahapan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS yaitu pada Senin, 19 September 2016 sebelum pelaksanaan Ulangan Tengah Semester dimulai.Hilal